[Download Kindle] ♶ Ronggeng Dukuh Paruk ⚖ Tyrakel.de

To me personally, Indonesia doesn t have many literary books that can make me bit my lips in excitement and finish 150 pages towards the end I finish the remaining 50 pages the next day in 2 hours A very deep Javanese philosophy of life reflected from a life of a traditional sensual dancer Ronggeng that we all can learn from from the eyes of the writer Reading can be slow as the style follows Javanese culture slow, polite, but it doesn t mean it can t incite desire The dancer s life touched upon sexuality of both men and women that is far from our imagination, where we also tend to forget that sexuality plays a very big role in politics and a country s economy Something that I have been always telling everyone about Something that people don t talk about here in Indonesia, especially, but which can turn a table upside down On 1965 tragedy, a tragedy that most Indonesian are hesitant to talk about, Ahmad Tohari provided a different angle than Pramoedya did A rather subtle angle, yet, representing a number I am not sure about this amount, perhaps can be big of people, whom with their innocence and faithfulness towards their culture, were dragged into the darkness of life one would never want to experience nor remember I can elaborate and , but I d like to keep it for something else Please read it Recommended for Indonesian, or those wanting to learn about Indonesia from a different perspective. Sesungguhnyalah saya kesulitan menemukan kata pujian yang tepat untuk novel ini Sebuah drama kehidupan seorang perempuan cantik bernama Srintil yang harus berakhir tragis Kisah yang menguras habis emosi saya Dahsyat Karya terbaik menurut saya lo Ahmad Tohari ini merupakan novel trilogi Masing masing berjudul Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala Ketiganya pertama kali diterbitkan secara terpisah Oleh PT Gramedia Pustaka Utama diterbitkan kembali menjadi satu novel panjang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk Dukuh Paruk adalah sebuah dusun kecil di Jawa Tengah saya tidak tahu pasti, dukuh ini benar benar ada atau hanya rekaan penulisnya saja yang hidup dengan kemandirian sejak awal kelahirannya Ia eksis dengan segala sumpah serapah cabul, kepercayaan pada mistik dan takhyul, norma norma seksual yang longgar serta kemelaratan abadi Terpencil dari segala hiruk pikuk kota besar, orang orang Dukuh Paruk adalah manusia manusia lugu yang percaya pada pengaturan alam Percaya pada karma Percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berpasang pasangan, berkebalikan Kesenangan berpasangan dengan kesedihan Terang dengan gelap Malam dengan siang Di sanalah Srintil terlahir sebagai ronggeng sejak berusia dua belas tahun Telah lama sejak kematian ronggeng sebelumnya, Dukuh Paruk tak lagi memiliki ronggeng Maka ketika alam mendaulat Srintil menjadi ronggeng, segenap penghuni dusun sederhana itu menyambutnya dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan Dunia kecil mereka akan kembali hidup Ronggeng di Dukuh Paruk bukan sekedar menari sambil menembang lagu lagu diiringi irama musik calung yang meriah meliuk liuk, namun juga berarti melayani para lelaki yang ingin tidur dengannya Sudah begitu tradisinya Dan Srintil melakukan semuanya dengan kesadaran penuh serta kebanggaan seorang perempuan menaklukkan banyak lelaki hanya dengan sampur dan kerlingan nakalnya Tak ada yang tabu bagi seorang ronggeng secantik dirinya melakoni semua itu Orang orang di Dukuh Paruk bangga memilikinya, ronggeng cantik dan terkenal Tak ada kecemburuan para istri, justru kebanggaan bila suami mereka bisa bertayub atau tidur bersama Srintil Hanya ada seorang pemuda yang menentangnya Ialah Rasus Ia tak rela Srintil, kawan kecilnya, menjadi ronggeng Karena itu berarti Srintil menjadi milik umum Menjadi milik banyak lelaki Rasus cemburu Dalam buku pertama Catatan Buat Emak , Rasuslah yang berkisah sebagai aku Melalui mata seorang bocah lelaki duabelas tahun, ia mengisahkan keberadaan tanah air kecilnya dengan segala keunikan tradisi yang telah mengakar sekian lama tanpa seorangpun berniat mengubahnya Termasuk kesenian ronggeng tersebut Maka pada malam dinobatkannya Srintil sebagai ronggeng disebut malam bukak klambu Rasus menjadi saksinya Malam bukak klambu adalah bagian terpenting yang harus dilewati seorang ronggeng yang baru dinobatkan agar sah secara tradisi Pada malam itu, ronggeng baru tersebut harus menyerahkan keperawanannya kepada seorang lelaki yang berani membayarnya dengan harga tertinggi Sebuah tradisi konyol yang menempatkan perempuan pada posisi rendah diperjualbelikan Pelacuran memang telah ada sejak lama, bahkan di tingkat masyarakat paling primitif sekalipun Ia sama tuanya dengan dunia ini Buku pertama lebih banyak berkisah tentang pencarian Rasus terhadap figur ibu yang tak pernah dilihatnya, di samping cerita awal Srintil menjadi ronggeng Ibunya, sepeti juga orang tua Srintil, meninggal ketika ia masih belum bisa mengingat peristiwa apapun Ia hanya tahu dari cerita nenek dan tetangga tetangganya bahwa ibunya mati karena keracunan tempe bongkrek buatan ayah Srintil Ia mencarinya dalam sosok teman kecilnya, Srintil Dan Srintil telah menghancurkan citra ibu itu begitu dirinya memutuskan menjadi ronggeng Tak sanggup Rasus membayangkan ibunya sebagai ronggeng Sama tak sanggupnya membayangkan ibunya lari dengan laki laki lain Ia pun pergi dari kampung yang melahirkannya dengan membawa segenap kekecewaan dan luka hati Buku kedua bercerita tentang sang ronggeng di puncak kejayaannya Beribu pentas membawa Srintilke tangga ketenaran paling atas Beribu lelaki menidurinya, memashurkan namanya, bermimpi berbagi berahi dengannya Kesenangan hidup dengan cepat diraihnya Sampai suatu ketika petaka itu datanglah Saat itu tahun 1965, tahun penuh gejolak politik, tak terkecuali di Dukuh Paruk Memanfaatkan kepolosan dan ketidaktahuan orang orang Dukuh Paruk akan segala riuh rendah gemuruh perpolitikan, PKI menyebarkan propaganda di sana Menggunakan ketenaran Srintil untuk menghimpun massa di setiap rapat akbar partai tanpa dipahami sepenuhnya oleh gadis itu Ia, Srintil, hanya tahu bahwa ia sekedar melakukan tugasnya sebagai ronggeng Saat pecah huru hara G 30 S PKI, Srintilpun ditangkap, dianggap terlibat partai terlarang itu dan dipenjara selama dua tahun Rasus yang telah jadi tentara, tak banyak diceritakan Hanya sesekali muncul lewat lintasan pikiran Srintil Buku ketiga adalah klimaks tragedi kisah ini Penjara telah membuat Srintil dan siapapun kehilangan kepercayaan diri Menjatuhkan martabat dan harga dirinya ke titik nadir Srintil tak berani menatap lagi dunia di luar dirinya Tak henti hentinya dihantui rasa bersalah dan terhukum Mengubahnya menjadi pemurung meski kecantikannya masih mampu menjerat para lelaki Ia kini bukan lagi ronggeng Ia ingin meninggalkan dunia masa lalunya Ia punya mimpi lain menjadi seorang istri dari seorang lelaki baik baik Tak ada lagi Srintil si penakluk lelaki Yang tertinggal adalah seorang perempuan dengan kerinduan pada kehidupan normal Seorang perempuan yang ingin menjadi manusia biasa Namun, jalan lurus menuju kebaikan itu, amatlah terjal Bahkan bagi perempuan dengan cita cita sederhana seperti Srintil Ronggeng Dukuh Paruk adalah potret suram kehidupan rakyat kecil pedesaan di Jawa dengan segala persoalannya Kelaparan dan kebodohan di sana adalah akibat kemiskinan yang terus mendera sepanjang waktu Kondisi masyarakat seperti ini adalah lahan empuk bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya Perut yang lapar gampang dibeli dengan imbalan uang dan materi Kesulitan ekonomi dengan tingkat paling parah adalah ladang subur bagi penyebaran pengaruh dan ajaran ajaran yang menjanjikan perubahan Novel luar biasa ini mengangkat beragam persoalan manusia, seperti cinta, kemanusiaan, gender, tradisi, kebudayaan dan politik Seluruhnya terjalin padu dalam sebuah kisah apik yang mengalir wajar tanpa paksaan Dukuh Paruk adalah sebagian wajah negeri kita Teramat banyak jumlah orang orang miskin seperti di Dukuh Paruk itu menghuni pelosok pelosok tanah air Tak terjangkau Tak tersentuh Terpinggirkan selamanya Ahmad Tohari, terlepas dari ada atau tidaknya Dukuh Paruk yang sebenarnya, telah menggambarkan keberadaan desa tersebut dengan sangat real Ia begitu paham seluk beluknya Seperti ia sendirilah yang tinggal di sana Kita seperti benar benar bisa mencium bau tubuh orang orang desa itu Seperti benar benar merasakan hembusan angin dan melihat gugurnya daun daun bambu Begitu nyata dan hidup Penceritaan yang nyaris sempurna itu membuat kita dapat memaafkan kekeliruan kekeliruan kecil seperti misalnya dari mana air susu Srintil berasal sehingga ia bisa menyusui Goder, anak tetangganya, padahal tidak pernah melahirkan Atau saat menggambarkan bianglala pagi hari yang ada di langit timur Kita bisa melupakannya dan menganggapnya sebagai satu kesalahan logika kecil yang tak berarti dari satu maha karya indah. [Download Kindle] ☰ Ronggeng Dukuh Paruk ♜ Edisi Cover Film Sang Penari Semangat Dukuh Paruk Kembali Menggeliat Sejak Srintil Dinobatkan Menjadi Ronggeng Baru, Menggantikan Ronggeng Terakhir Yang Mati Dua Belas Tahun Yang Lalu Bagi Pendukuhan Yang Kecil, Miskin, Terpencil, Dan Bersahaja Itu, Ronggeng Adalah Perlambang Tanpanya, Dukuh Itu Merasa Kehilangan Jati Diri Dengan Segera Srintil Menjadi Tokoh Yang Amat Terkenal Dan Digandrungi Cantik Dan Menggoda Semua Ingin Pernah Bersama Ronggeng Itu Dari Kaula Biasa Hingga Pejabat Pejabat Desa Maupun Kabupaten Namun Malapetaka Politik Tahun Membuat Dukuh Tersebut Hancur, Baik Secara Fisik Maupun Mental Karena Kebodohannya, Mereka Terbawa Arus Dan Divonis Sebagai Manusia Manusia Yang Telah Mengguncangkan Negara Ini Pedukuhan Itu Dibakar Ronggeng Beserta Para Penabuh Calungnya Ditahan Hanya Karena Kecantikannyalah Srintil Tidak Diperlakukan Semena Mena Oleh Para Penguasa Di Penjara Itu Namun Pengalaman Pahit Sebagai Tahanan Politik Membuat Srintil Sadar Akan Harkatnya Sebagai Manusia Karena Itu Setelah Bebas, Ia Berniat Memperbaiki Citra Dirinya Ia Tak Ingin Lagi Melayani Lelaki Mana Pun Ia Ingin Menjadi Wanita Somahan Dan Ketika Bajus Muncul Dalam Hidupnya, Sepercik Harapan Timbul, Harapan Yang Makin Lama Makin Membuncah Tapi, Ternyata Srintil Kembali Terempas, Kali Ini Bahkan Membuat Jiwanya Hancur Berantakan, Tanpa Harkat Secuil Pun Cover By Mendiola Design Photo By Eriek Juragan buku pertama.ronggeng dukuh paruk.ironi.banyak gambaran tentang alam sekitar dukuh paruk ini tapi kesan ironis dari alam itu sendiri juga hadir hukum alam rantai makanan pembunuhan terjadi di udara yang lengang, di atas dukuh parukburung pipit yang dikejar alap alap, burung celepuk yang menukik memburu katak lalu setelah kenyang bersuara seperti hantu, anak ayam yang disambar burung elang, tupai dengan seekor kaki seribu tergigit dimulutnya, bahkan hingga sepasang burung madu yang jantannya dimangsa ular hijau setelah tuntas kawin dengan sang betina konon, moyang semua orang dukuh paruk adalah ki secamenggala, seorang bromocorah yang sengaja mencari daerah paling sunyi sebagai tempat menghabiskan riwayat keberandalannyatempat menitipkan darah dagingnya. itu riwayat yang mengawali terbentuknya dukuh paruk dukuh paruk berkembang jadi tempat dimana para suami akan beroleh kebebasan untuk meniduri ronggengnyayang ini sih tempat impian semua laki laki barangkali ya , dimana asal usul siapa anak siapa tak akan dipermasalahkan, tempat dimana ronggeng dielukan dan dimanjakan tidak hanya oleh keluarga sang ronggeng tapi hampir seluruh penduduk kampung termasuk kaum perempuannya dan disitulah srintil tinggal gadis kecil yang jadi dewasa sebelum waktunya mendendangkan lagu lagu kebanggaan ronggeng, lagu erotik, seperti anak anak lain di desanya sementara para orang tua nembang kidung dan disanalah dia bertemu rasus bocah yang usianya kira kira 3 tahun lebih tua darinya ironis ketika rasus yang mencari figur mulia dari seorang perempuan menyukai srintil yang tumbuh jadi seorang ronggeng sosok yang seperti jadi milik umum seperti ketika rasus memberikan warisan yang paling berharga sebuah keris antik untuk seorang srintil agar tampak lebih cantik dan pas saat menari baladewa, menyenangkan hati srintil dan mendapatkan perhatiannya sementara di sisi lain, keris itu malah dipercaya dapat membuat seorang ronggeng manapun jadi terkenal dan rasus mengetahuinya belakangan ironis saat keperawanan srintil diperjualbelikan di malam bukak klambu, dan rasus memenangkannya dibalik layar lalu melepas srintil kembali ke jalur hidupnya jadi seorang ronggeng karena bocah usia dia tidak memiliki daya apapun untuk menahannya kemudian hari, dia juga bahkan menganggap malam itu tak berkesan sementara srintil berpikiran lain ironis ketika rasus berhasil mengubah kebenciannya terhadap dukuh paruk dengan semua kemelaratan, kemiskinan, kebodohan dan alasan yang menghantuinya seputar kepergian ibu rasus yang tak jelas memutuskan untuk meninggalkan srintil dan memberikan dukuh paruk seorang ronggeng kembali.sekarang saya baru akan memasuki buku kedua tunggu lanjutannya ya.chokengititikchokeng saya menemukan kata renjana di buku ini renjana berahi.saya kenal kata tsb dari lirik lagu kla project jadul lol atas perbincangan dgn rekan durjana artinya rasa hati yg kuat. buku kedua.lintang kemukus dini hari.naluri kata hati kesadaran apapun sebutannya.kata diatas bukan sesuatu yang bisa dipinjamkan oleh orang lain bukan milik umum tapi milik pribadi seperti kata hati seorang srintil yang mulai memutuskan hanya meronggeng menari tanpa berlanjut ke tempat tidur, kesadaran seorang priyayi yang dendam karena ajakannya ditolak srintil dan mengubah rencana untuk menghabisi nyawa srintil menjadi balasan berimbang dengan mempermalukannya, hingga ke naluri para kamituadukuh paruk sakarya dan kartareja, kakek srintil dan sang dukun yang akhirnya mencium ketidakberesan dalam keterlibatan ronggeng dukuh paruk di tiap pementasan acara acara rapat berisi propaganda politik yang sama sekali tidak mereka mengerti ditunggangi kepentingan pihak lain karena ketidaktahuannya, lalu dukuh paruk terseret ikut hancur sialnya, tak peduli apapun naluri, kata hati, atau kesadaran tiap pribadi, gelap atau terang, benar atau salah, pada akhirnya akan bertemu juga dengan milik pribadi2 lainnya dalam satu dan banyak rangkaian peristiwa hasilnya baru lanjut buku ketiga buku ketiga.jantera bianglala secara keseluruhan, trilogi ini menarik lah setting tempat yang pedesaan, sederhana, tapi dengan alur cerita dan tokoh2 yang kuat masih ironis dan tragis hingga ke akhir kisah kedua tokoh utama srintil dan rasus ini akhirnya punya kesempatan kok hanya tinggal masalah waktu saja waktu yang ditinjau dari sudut pembaca imajinasi maksudnya , atau yang tertulis di kisah buku ini sendiri PAll truths are easy to understand once they are discovered the point is to discover them Galileo Penulis adalah pelukis dengan mata penanya Demikian kalimat yang saya temukan di sebuah buku tentang menulis Kalimat yang sangat tepat ditujukan kepada Pak Toh dengan buah karyanya yang penting ini intro yang sempat kepikiran tapi lupa ditulis Finish, 31 Jan 2009Buku ini tamat dengan segenap perasaan Deskripsinya yang detil Tokoh yang matang dibangun Latar sosiologisnya, keterpencilan Dukuh Paruk adalah jagat kecil di mata semesta lain bernama Dawuan dan dunia luar Eksotika konstruk dunia kecil itu demikian jelas dalam deskripsi novel ini Eksotika yang guncang ketiga Tregedi 1965 merobeknya.Jagat Ronggeng Jagat perempuan dalam semesta hubungan lelaki dan perempuan Srintil Rasus menjadi wayang yang geraknya sempurna dalam latar demikian Gambarannya menggugah kesadaran akan banyak hal yang tak kasat jika terlampau cepat menghakimi Dibangun atas dasar sudut pandang Srintil, ronggeng adalah dunia yang ada karena sebuah alasan Bukan mengambaikkan sisi normatif, tapi eksotika hubungan lelaki perempuan membuka ruang penafsiran budaya yang memunculkan ronggeng.Satu catatan kecil lain yang tidak bisa diabaikan hubungan priyayi kawulo dalam sketsa Dukuh Paruk Pemerintah adalah sebuah sketsa sosiologis dunia jawa yang menempatkan nuansa lain Pijar hubungan yang berbeda digarap oleh beberapa novel lain Dalam Para Priyayi, sudut pandang perubahan hubungan priyayi kawulo dunia Jawa pasca kolonial dibangun dari sudut pandang priyayi baru pasca kemerdekaan Dalam Ronggeng Dukuh Paruk, hubungan itu dilihat dari sudut pandang kawula yang pada kesehariannya jauh dari sentuhan amongan priyayi Dukuh Paruk adalah sebuah desa ketika negara tak ada bayangannya Priyayi sebagai representasi negara dalam dunia kawula Dukuh Paruk adalah representasi negara yang jauh dari keseharian mereka yang melarat Bahkan ketika Dukuh Paruk geger dan diadu domba, amongan yang didapat pun tidak kunjung tiba Ujungnya Ronggeng Dukuh Paruk ikut dalam gelombang amok yang dikembangkan demi kepentingan partai yang gemar mengatas namakan rakyat kawula Representasi priyayi aparat negara pasca 65 bagi Dukuh Paruk lebih menyeramkan lagi Derap kedatangan mereka kerap disandingkan bayangan penangkapan.Ahnegara yang tak pernah memberi bagi Dukuh Paruk, ketika hadirpun hanya ketakutan yang dibawanya.Itu dulu kali yah Mau lebih panjang tapi bingung menentukan sudut pandang Alih alih panjang, yang ada meracau tanpa simpul yang jelas Masih terpukau pada keutuhan novel ini soalnya D26 Jan 09Lama lama buku ini menjadi seperti itu lendir yang meluntjur djikalau otak kita sangat entjer Keentjeran jang tak ada hubungannja dengan ketjerdasan tetapi karena sedang didera demam perubahan tjuatja Naik turun rak to read currently reading Bila buku ini ibu ibu hamil, bentjana besar buat si djabang baji Tapi biarlah Naiklah lagi.Entah djadi apa kepala saija Berisikan nasionalisme jawa, ronggeng, dongeng, kehumasan, dan epos ramajana jang diboboti pesan jang tak ringan dari romo sindhu Dalam waktu bersamaan Duh, duh, mugo mugo odjo mbludrek sirah mu to 22 Jan 09Diturunkan ke rak to read bukan karena menunggu rekan durjanawati mendapatkan buku ini Tapi karena ketularan interestnya Ratna D Saya mengusulkan buku ini jadi bacaan wajib bagi trio durjana sekalian karena kita nampaknya tidak pernah menyentuh buku yang tenar ini heheheMari malu bersama DMeski belum membaca, saya akan membaca reviewnya semua di gudris Meski belum membacanya, saya sudah membaca ulasannya di banyak media dan majalah sastra Meski belum membacanya, saya pernah melintasi gambaran kesenian serupa di daerah saya cokek.tetapi tetap saja saya belum membacanyamari malu bersamaJadi mari membelinya, karena berulang buku hadir di depan mata dengan harga berulang kali didiskon dan tidak didiskon Menimbangnya di tangan, membacanya ringkasan di sampul belakangnya, saya belum tergerak membelinya.Kini.seorang rekan durjanawanwati telah berani menaikan buku ini di rak to readnya Saya akan mengekornya Membacanya dengan semangat kedurjanaan Membacanya didepan sebuah konser cokek kali ya..konsen apa enggak ayo yang terakhir gak janji ah.Dengan semangat kedurjanaan, kami angkat buku ini ke rak to read.durjana, durjana, durjana, HUH Nant S Durjanawan Pemilik Buku Ronggeng Dukuh Paruk yang belum pernah liat cokek apalagi ronggeng update selasa 20 Jan 09 Kalimatnya ringkas namun jelas menggambarkan Dukuh Paruk Kalimat ringkas SPOK, bahkan tak jarang hanya SP saja Namun daya gugahnya tetap luar biasa Saya tetap bisa merasakan suasana di mana Srintil menari Sayup daun pohon bambu, teduh tempat srintil menari dan mengupahi ketiga nayaganya dengan kecupan manis, pematang yang lapang yang memencilkan dukuh itu dari pedukuhan lainnya.Kalimatnya merupakan pendorong kuat untuk terus membaca buku ini Ingin cepat sampai ke halaman yang pernah disensor Halaman yang menjadi tabu di rejim lalu Seperti apa tabu itu Excellent Sebuah karya tulis yang solid Penceritaannya mengalir lancar Penokohannya kompleks Dukuh Paruk adalah sebuah mikrokosmos dengan tata nilainya yang khas Ronggeng yang diluar dukuh paruk dikonotasikan dengan kecabulan adalah sebuah institusi yang wajar dan diterima, bahkan dibanggakan dalam tata nilai tersebut Fenomena ronggeng adalah simbol power dalam Dukuh Paruk Srintil, sang Ronggeng, dengan kecantikannya menjadi pujaan para pria dan berkuasa untuk mengendalikan, menerima atau menolak permintaan pemuasan kebutuhan birahi mereka Dia juga menjadi kebanggaan para wanita yang memproyeksikan ketidak berdayaan mereka terhadap lelaki dalam konteks seksualitas tradisional Lewat Srintil lah mereka bisa berangan angan untuk membuat para lelaki takluk dan menuruti kemauan perempuan Dukuh Paruk dengan kemelaratan dan kebodohannya memiliki tabiat yang sangat liberal Penulis novel ini berhasil membangun mikrokosmos tersebut Dunia kecil Dukuh Paruk lantas ditempatkan dalam konteks yang lebih besar, yaitu Indonesia pada masa gonjang ganjing PKI 1965 Dukuh Paruk, yang diwakili Ronggengnya, yang buta huruf dan buta politik, terseret dalam sebuah fitnah besar yang membuat mereka harus dihukum dan direndahkan Cap komunis adalah sebuah dosa tak berampun hingga penyandangnya sadar atau tidak harus dihukum dan direndahkan martabatnya Btw, bagian inikah yang disensor pada masa Suharto Gonjang ganjing yang menjungkirbalikkan kehidupan di Dukuh Paruk itu menjadi latar dari perjalanan dalam ruang batin tokoh Srintil sendiri Proses penemuan bakat ronggengnya mengingatkanku pada disiplin geisha yang dipotret dalam cerita Memoir of A Geisha aku baru melihat filmnya saja , mulai dari pelajaran menyanyi, menari dan merias diri sampai sayembara bukak klambu Perjalanan cinta sejatinya kepada Rasus pada puncak karier keronggengannya malah menerbitkan sebuah impian mustahil untuk menjadi ibu rumah tangga Kemudian pengalaman dipenjara sebagai tahanan politik semakin menambah kuatnya hasrat untuk meninggalkan dunia ronggeng dan meraih impian mustahil tadi Pada titik ini penulis punya pilihan untuk mewujudkan impian tersebut dan layaknya sebuah dongeng everyone will live happily ever after Namun ternyata tidak, kisah ini adalah sebuah tragedi Semua pergulatan batin tokoh utama tersebut dituliskan dengan baik.Tokoh tokoh pendukungnya juga diolah dengan baik Rasus diberikan masa lalu yang membuat gambarannya terhadap Srintil cukup tidak sehat Freudian analysis here Hal inilah yang berperan penting pada tragedi kehidupan Srintil Sakum sang tukang calung, pasangan Sakarya, pasangan Kartareja, dan lain lain, semuanya menguatkan penggambaran dunia kecil Dukuh Paruk tersebut.Dari semua paparan diatas, aku setuju dengan Sapardi yang dalam blurb nya mengatakan bahwa novel ini menunjukkan kepiawaian Ahmad Tohari dalam mendongeng Ini adalah karya yang juga layak untuk diapresiasi dunia internasional. begini lho ceritanya Berlatar sebuah dusun di tanah jawa beserta isinya yang khas tumbuhan di sana sini, burung burung berkicau dan kegiatannya yang bisa detail di ceritakan dalam novel, membuat pembaca merasa seolah olah berada di Dukuh Paruk saat itu Pikiran menjadi liar saat membayangkan menonton pertunjukan Ronggeng, seperti apa sih suasananya seperti apa sih ronggeng yang hebat itu apa seperti konser dangdut yang penyanyinya yang sering tampil meliuk liuk erotis Tentang kisah perjalanan seorang ronggeng cantik sejak masa kanak kanak hingga menjadi seorang wanita seutuhnya Dari saat dia belum mengenal lelaki menjadi milik semua lelaki hingga saat dia ingin hanya dimiliki oleh seorang lelaki Yang terakhir inilah yang tidak mudah walau untuk seorang mantan ronggeng yang cantik.Srintil nama ronggeng itu Sebagai orang Dukuh Paruk dia menerima garis hidupnya yang mesti menjadi seorang ronggeng Tanpa tertib susila yang di tempat lain bisa jadi aib, tapi di Dukuh Paruk malah biasa, apalagi untuk ronggeng ya semestinya begitu Namun Srintil tetap seorang perempuan, walaupun cukup mandiri termasuk dalam hal financial dia tetap membutuhkan rasa damai bersama seorang lelaki, bukan sekedar birahi atau tertantang Sayang, Belum cukup cobaan hidup saat dia dibui dan di cap PKI, dalam masalah hati pun, disaat Srintil berada di puncak kebahagiaan karma mampu mencintai dan merasa dicintai nasib kembali main curang tidak adil.Rasus, apa yang salah denganmu Saat kecil dia terobsesi oleh figur emak yang tidak dimilikinya Jadilah citra emak dia kenakan pada Srintil, namun citra ini hancur saat Srintil diwisuda jadi ronggeng dan musti melewati prosesi bukak klambu segala Dia tidak mampu membuat Strintil hanya untuk dirinya bukan untuk semua lelaki dia pergi meninggalkan Dukuh Paruk untuk mengejar kehidupan yang lebih layak Tidak pernah mau mengakui bahwa dia mencintai Srintil padahal pembaca bisa menebak dari awal meski jelas jelas dia tahu cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan Hatinya dingin dan tidak jujur Rasus yang tidak berani jujur pada dirinya sendiri hingga saat itu berlalu dan oh, terlambat lain lainnyaKetidak tahuan atau tidak mau tahu membawa diri kepada situasi yang bisa lebih buruk Pemanfaatan oleh pihak pihak yang berkepentingan rentan terjadi dan mereka ini tidak peduli apapun kecuali tujuannya tercapai Penciptaan kesan yang dilakukan para penguasa sejarah terhadap orang orang yang dicurigai terkait PKI berhasil dengan gilang gemilang, dan bertahan hingga beberapa dasawarsa masih kah sekarang Bersentuhan dengan orang orang yang di cap ini seperti terciprat liur anjing atau mungkin lebih parah True to your heart..bersusah payah lakon Rasus dalam novel tersebut padahal kuncinya hanya kejujuran pada dirinya sediri cinta yang telat disadari memang tidak berguna. Polemik seru antara F Rahardi dan Ahmad Tohari soal novel Ronggeng Dukuh Paruk D Tidak banyak buku yang mampu menghipnotis pembacanya sejak halaman pertama sampai akhir Hampir tanpa jeda Dan RDP adalah buku semacam itu Ahmad Tohari memang salah satu master pencerita yang dimiliki negri ini.Novel yang bagus memang biasanya datang dengan satu paket Dan salah satu kelebihan dari novel ini adalah deskripsinya yang begitu kuat Penggambaran suasana alam pedesaan, watak, lika liku batin, perasaan, emosi tokoh tokohnya sungguh dahsyat Alur cerita dan endingnya juga luar biasa Sebagian orang boleh tidak setuju dengan endingnya, tapi rasanya demi kesempurnaan cerita novel ini endingnya memang harus dibuat seperti itu.Gaya penulisannya yang mengalir, pilihan kata, cara pengungkapannya dalam kalimat benar benar nyaris sempurna Seperti kata rumus terkenal itu seorang penulis disebut penulis bukan karena apa yang dituliskannya tapi cara dia menuliskannya.Karakter tokoh tokohnya seperti Srintil, Rasus, Sakum, Kartaredja, Sakarya, juga sanggup meninggalkan kesan yang amat mendalam Belum lagi istilah istilah unik dari mulai tempe bongkrek, sampai kata kata makian seperti asu buntung, jangkrik, demi anu, bajul buntung Terus terang saja, tidak banyak penulis lokal kita yang menulis dalam bahasa Indonesia dengan kemampuan lengkap semacam itu.Tak salah lagi, novel ini memang salah satu masterpiece karya sastra Indonesia yang bisa terngiang ngiang lama di kepala, meninggalkan kesan mendalam bagi pembacanya Lima 5 bintang untuk novel ini.Dan tentunya novel ini memang sangat layak masuk daftar Buku Indonesia Sepanjang Masa versi GRI Kalau pilihan orang menempatkan novel ini di urutan no.3 maka saya memilihnya di urutan no.2 setelah Bumi Manusia Salut buat Ahmad Tohari Oh Tuhan, tak bisakah dua anak manusia ini bersatu Langit di timur mulai benderang ketika aku melangkah ke luar Belum seorang pun di Dukuh Paruk yang sudah kelihatan Langkahku tegap dan pasti Aku, Rasus, sudah menemukan diriku sendiri Dukuh Paruk dengan segala sebutan dan penghuninya akan kutinggalkan Tanah airku yang kecil itu tidak lagi kubenci meskipun dulu aku telah bersumpah tidak akan memaafkannya karena dia pernah merenggut Srintil dari tanganku Bahkan lebih dari itu Aku akan memberi kesempatan kepada pedukuhanku yang kecil itu kembali kepada keasliannya Dengan menolak perkawinan yang ditawarkan Srintil, aku memberi sesuatu yang paling berharga bagi Dukuh Paruk ronggeng Ronggeng Dukuh Paruk Ahmad Tohari Oh, Rasus tak sadarkah dirimu Srintil menantimu seumur hidupnya Oh, Rasus tak bisakah kaubuang dulu egomu sejenak demi dirinya Oh, Rasus tak bisakah kaulupakan bahwa kau pun anak Dukuh Paruk Oh, Rasus.Hiks hiks hiksBacanya bikin hati tersayat sayat Apalagi di halaman 348 Ketika Rasus dan Srintil bertemu kembali.Kebekuan Tangisan tertahan Cinta yang menggebu gebu Harapan Namun mereka tidak juga bersatu.Di situ, aku sempat membayangkan bagaimana rasanya ketemu orang yang kita cintai sejak dulu, namun tidak pernah bisa kita miliki Entah karena alasan apa Yah bayangin saja Saling mencintai, tetapi yang satu ogah buat bersatu Dan sudah lama berpisah, kemudian bertemu kembali Aihhhh pasti rasanya sakit banget Bercampur aduk gitu antara rindu, lega, dan perasaan pengen memiliki tapi gak bisa bisa Ahay mulai gelo.Nasib Srintil sebagai Ronggeng kebanggaan Dukuh Paruk membawanya ke sebuah takdir yang mengharuskannya menjadi sosok duta perempuan Yang cantik dan memesona seluruh pria Melayani para pria dalam petualangan berahinya Membuat iri semua wanita yang menoleh ke arahnya.Namun nasibnya menjadi seorang Ronggeng juga membawanya pada sebuah takdir yang menghancurkan Dukuh Paruk Di tengah tengah perubahan politik tahun 1960 an, Dukuh Paruk yang primitif, melarat, bodoh, dan miskin ini juga tidak luput dari hal tersebut Karena kepolosannya, Dukuh Paruk tidak sengaja melakukan pelayanan jasa kepada para komunis Hal tersebut mengakibatkan Dukuh Paruk dibakar, Srintil dipenjara.Endingnya Duh bikin jedug jedug kepala.Oh, Srintil tak bisakah kau menunggu sedetik lagi Rasus pasti datang membayar cintanya padamu Hiks hiks hiksMengapa oh mengapa dua insan ini tak kunjung bernasib baik penuh mistis dari halaman pertama hingga halaman terakhirAlam dukuh Paruk berhasil merasuki sayaKecabulan penduduk dan kleniknya cara hidup mereka membuat saya mengucap istighfar berulang kaliSaya kira saya akan menemukan kisah Kinanthi dan Ajuj dalam buku iniPerkiraan saya tidak sepenuhnya salahKisah cinta yang bermula dari desa miskin nan terpencil juga dialami Srintil dan RasusTapi nuansa yang dibawakan Dukuh Paruk sungguh jauh berbedaKeprimitifan yang diusung Ahmad Tohari benar benar mengakar pada setiap karakterBahkan Rasus yang bertahun tahun meninggalkan Dukuh Paruk tak mampu menampik keinginan untuk selalu kembali ke desa mesum iniDemi cinta nya pada Srintil, ronggeng karena nasib terasuki indang..Demi Neneknya yang pikunDemi celotehan nakal Kang Sarkum saat memainkan calungnyaDemi menyadarkan Sakarya dan Kartareja dari keserakahanDemi darah Ki Secamenggala yang mengalir pada setiap tubuh rakyat Dukuh ParukDongeng yang mencengangkanBerkesan sederhana dari bahasa penyampaiannya tapi kerumitan konfliknya sungguh menyita perhatianBahkan peristiwa G30SPKI pun turut meracuni perjalanan Srintil dan RasusSaya tak mampu mengalihkan mata sepanjang perjalanan dari Perumnas Klender ke Pasar Rebo dan sebaliknyaBahkan sampai rela tidak sarapanMirisnya, saat dibawa ke akhir cerita, saya masih tercengangSaya terbawa mabuk, sungguh